Rabu, 29 April 2015

KEUCHIK dan TODA Dalam Kec. Kluet Selatan Ikuti desiminasi P4GN Dari BNN Kab. Aceh Selatan

Tapaktuan, 25 April 2015 - BNN Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan penyuluhan penerangan informasi P4GN dilingkungan masyarakat Gampong yang di hadiri oleh Tokoh Pemuda , Pemudi dan TuhaPuet. maupun Kechik Kepala Gampong sebanyak 25 orang melalui diskusi yang menghasil rumusan tata cara untuk merangkul  Pengguna dengan mendatangi  rumah Residen yang di dampingi oleh perangkat Gampong di kecamatan kluet selatan , hari jumat Tanggal 24 april 2015 di aula kantor camat.

Pada Kesempatan itu dibahas materi “Hidup Sehat Tanpa Narkoba” yang disampaikan oleh Kepala BNNK Aceh Selatan Bapak Syukri DN, SH. Dalam paparannya ia mengungkapkan, perangkat Desa sangat berperan penting dalam mewujudkan kebijakan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Terlebih lagi bagi Generasi Muda saat Ini banyak yang belum mengetahui tentang Bahayanya menggunakan Narkoba baik Jenis Ganja Maupun Inhalen dan Sabu sabu  lebih jauh lagi tentang cara hidup sehat tanpa narkoba, Penerangan Informasi Pecegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi masyarakat ini sangatlah penting karna akan menambah pengetahuan untuk menghindari bahaya narkoba, ujar Syukri DN, SH dalam pemaparannya. Dan narasumber kedua menjelaskan tentang hukum yang di jelaskan oleh staf BNN Kab. Aceh Selatan Nida Ulhayani.

Harapan masyarakat Kec. Kluet Selatan dan Tokoh Pemuda mengharapkan pelaksanaan merangkul residen guna untuk di rehabilitasi sesuai dengan gerakan rehabilitasi pengguna 100.000 orang yang dicanangkan oleh  Presiden Bapak Jokowidodo dan juga  deklarasi yang telah dilaksanakan di Provinsi Aceh oleh Gubernur Bapak dr Zaini Abdullah di Banda Aceh, untuk dapat diterapkan di Kecamatan Kluet Selatan.

Kegiatan P4GN dilingkungan masyarakat ini di hadiri 25 orang peserta dari kalangan perangkat desa masing-masing dalam Kecamatan Kluet Selatan dan juga di dampingi oleh Bapak Camat Kecamatan Kluet Selatan dalam momen ini juga banyak perangkat desa seperti Keuciek dan Tuha Put yang sangat antusias memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang di lemparkan oleh narasumber. Semoga kedepannya program ini dapat bermanfaat khususnya bagi kalangan kaum bawah dan  menegah yang membutuhkan informasi tentang narkoba.




Minggu, 26 April 2015

"WARGA BINAAN DAN PEGAWAI RUTAN TAPAKTUAN DI TES URINE OLEH BNN KAB. ACEH SELATAN"

TAPAKTUAN 23 APRIL 2015 - Dalam rangka ulang tahun lembaga pemasyarakan yang ke-57 tahun maka rutan kelas IIB Tapaktuan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional rehabilitasi 100.000 penyalahguna Narkoba dalam mewujudkan Indonesia Emas tahun 2015, BNN Kab. Aceh Selatan bekerja sama dengan Kepala Rutan Tapaktuan Bapak Syarifuddin, S.H., Dinas Kesehatan Aceh Selatan, SUBDENPOM Aceh Selatan dan Polres Aceh Selatan melaksanakan tes urine terhadap pegawai rutan sebanyak 30 orang dan warga binaan dari 127 orang yang diacak sampel guna untuk mendeteksi secara dini sejauh mana mereka yang terindikasi masih menggunakan Narkoba. Pelaksanaan ini langsung ditangani oleh BNN Kab. Aceh Selatan dengan penanggung jawab teknis langsung ditunjuk dr. Cut Sri Elvita Kepala Bidang Pengendalian masalah kesehatan pada Dinas Kesehatan Aceh Selatan dan diawasi oleh Riswan, S.H Kasubsi Pengelolaan yang disaksikan oleh TNI POLRI dan Kepala Rutan Kelas IIB Tapaktuan Bapak Syafruddin, S.H. Pelaksanaan tes urine ini adalah wujud kepedulian Rutan Tapaktuan terhadap permasalahan narkotika di lingkungannya dengan tujuan agar pegawai Rutan Tapaktuan bersih dari penggunaan Narkoba, sedangkan warga binaan yang terindikasi masih memakai Narkoba direncanakan bagi narapidana yang terlibat sebagai pengguna, kedepan akan dilakukan rehabilitasi secara medis maupun pembinaan mental dan spiritual terhadap mereka tentang bahayanya Narkoba. Agar mereka sekembalinya ke masyarakat dapat merubah pola pikir dari pemakai/pengguna untuk berbuat baik bagi lingkungan keluarganya, masyarakat maupun kehidupan yang bersangkutan. (ujar Ka. BNNK Aceh Selatan, Syukri DN, S.H. kepada wartawan) Kepala Rutan Tapaktuan Syarifuddin, S.H. sangat mengharapkan agar BNN RI baik di Provinsi maupun daerah kedepan dapat mewujudkan rehabilitasi terhadap warga binaannya.

Kamis, 09 April 2015

BNNK Beri Penyuluhan Kepada Ibu Hamil

  BNNK Beri Penyuluhan Kepada Ibu Hamil
 BNNK Aceh Selatan melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) kepada 25 orang ibu hamil dan siswa sekolah. (ANTARAACEH.COM)

Tapaktuan  - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika (P4GN) kepada 25 orang ibu hamil, sehingga mereka bisa menjaga janinnya dan bersalin dengan sempurna.
   
Penyuluh narkoba, Hilma Yasni SST M Kes di Tapaktuan, Kamis menyatakan, peran ibu hamil sangat dibutuhkan dalam rangka menjaga generasi muda Indonesia terbebas Narkoba, karena selama ini mereka belum mengetahui lebih jauh tentang cara hidup sehat tanpa Narkoba demi perkembangan janin yang sehat.
   
"Karena itu, penerangan informasi pecegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bagi ibu hamil ini, sangat penting dilakukan karena akan menambah pengetahuan untuk mereka demi menjaga kesehatan diri sendiri juga untuk calon generasi muda yang akan lahir dan berkembamg menjadi tunas bangsa nantinya," ujar Hilma Yasni.
   
Saat mengikuti penyuluhan P4GN, para peserta yang terdiri dari ibu hamil dan kalangan perempuan ibu rumah tangga itu, turut didampingi bidan di Puskesmas Samadua.
   
Pantauan di lapangan, selama berlangsungnya kegiatan penyuluhan para ibu hamil terlihat sangat antusias memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang dilemparkan narasumber sehingga suasana acara tampak hidup karena antara narasumber dengan peserta sama-sama aktif.
   
Di hari yang sama, BNNK Aceh Selatan juga melaksanakan penyuluhan P4GN terhadap siswa di SMAN 1 Meukek dan siswa SMAN 1 Samadua.
   
Sebagai narasumber BNNK Aceh Selatan menghadirkan Putro Simeulue SKep, MKep dengan materi yang dipaparkan "Hidup sehat tanpa Narkoba".
   
Putro Simeulue mengatakan, saat ini generasi muda banyak yang sudah ketergantungan terhadap narkoba karena telah lama menjadi pemakai baik jenis ganja, morfin, maupun sabu-sabu atau yang kalangan bawahnya sudah sering juga menghirup lem cap kambing.
   
Menurutnya, bahaya narkoba ini sudah merebak perkembangannya di dalam sekolah, sehingga anak-anak sudah banyak yang tidak segan-segan lagi merokok di lingkungan sekolah.
   
"Maka dari itu kita perlu menjaga dan mewaspadai anak didik baik dari keluarganya maupun lingkungan sosialnya dari pengaruh narkoba," ujar Putro Simeulu.
   
Pemateri lainnya, Nida Ulhayani SKM menyatakan, agar para siswa memahami akan sanksi yang diberikan kepada pengguna dan pengedar narkoba, maka penerangan informasi P4GN tersebut harus benar-benar bisa dipahami para pelajar sehingga ilmu yang telah didapatkan bisa diteruskan kepada generasi lainnya baik di lingkungan sekolah maupun kampung tempat tinggalnya.
   
Sementara itu, Kepala BNNK Aceh Selatan Sukri DN SH mengatakan, para pelajar dan pemuda sekarang ini sudah banyak yang terjerumus ke dalam lembah hitam narkoba, baik yang hanya coba-coba maupun yang sudah kecanduan yang akhirnya berimbas rusaknya jiwa dan bahkan sampai kematian.
   
"Maka BNNK Aceh Selatan tidak akan bosan-bosannya memberikan penyuluhan dan penerangan informasi P4GN kepada para siswa dan masyarakat umum, demi mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," kata Sukri.
   
Para peserta penyuluhan P4GN di SMAN 1 Meukek dan SMAN 1 Samadua ini, terdiri dari perwakilan kelas 1 dan 2 masing-masing berjumlah 25 orang. Para siswa/i juga diwajibkan membentuk kelompok untuk mendiskusikan hasil pendapatnya dari pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.

Senin, 06 April 2015

BNNK Aceh Selatan-Dishubkominfo Aceh Gelar Pesta Rakyat

 
 PESTA RAKYAT: Salah satu kegiatan pesta rakyat yang digelar BNNK Aceh Selatan dan Dishubkominfo Aceh di kabupaten tersebut, baru-baru ini.

Tapaktuan, - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan menggelar pesta rakyat dan deklarasi antinarkoba di tiga kecamatan, yaitu Sawang, Meukek, dan Labuhan Haji, baru-baru ini.

Pesta rakyat tersebut diisi dengan kesenian dan budaya, seperti rapai geleng, zikir, lagu dan lawak Aceh dan dilanjutkan dengan penyuluhan bahaya narkoba. Pesta rakyat juga diisi dengan hiburan dan permainan untuk anak-anak, seperti permainan kincir angin, bianglala, tong setan dan lainnya.

Narasumber yang menyampaikan materi penyuluhan ialah Kepala BNNK Aceh Selatan Syukri DN SH, Briptu Bisri Fuadi, dan  Asmanidar SST MPH.

Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Aceh Selatan Hamzah SH yang memyampaikan harapannya agar kegiatan ini dilaksanakan secara terus-menerus setiap tahun.

Menurut BNNK Aceh Selatan, masyarakat di tiga kecamatan tersebut sangat antusias menghadiri pesta tersebut yang juga dihadiri beberapa pejabat Pemkab Aceh Selatan dan Muspika tiga kecamatan tersebut.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan penegasan Presiden Joko Widodo bahwa pengguna narkoba lebih baik direhabilitasi ketimbang dihukum dan dipenjara.
“Presiden Joko Widodo menegaskan, lebih baik para pengguna dan pencandu narkoba direhabilitasi ketimbang dihukum,” kata Syukri seraya menyebut pemerintah akan merehabilitasi sejumlah 100 ribu pencandu narkoba sebagaimana dicanangkan presiden.

Rabu, 11 Maret 2015

BNNK Aceh Selatan Tes Urine Prajurit Kodim Abdya

BNNK Aceh Selatan Tes Urine Prajurit Kodim Abdya
 Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan bekerjasama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0110 Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan tes urine terhadap ratusan prajurit Kodim

Tapaktuan  - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan bekerjasama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0110 Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan tes urine terhadap ratusan prajurit Kodim setempat di Abdya, Selasa (10/3).

Pelaksanaan tes urine prajurit TNI ini, dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Aceh Selatan, dr Cut Sri Elvita dan di dampingi oleh bintara kesehatan Kodim 0110 Abdya serta di saksikan oleh para Perwira Seksi (Pasie) Kodim.

Pelaksanaan tes urine yang dihadiri langsung Kepala BNNK Aceh Selatan, Sukri DN SH ini, melibatkan sebanyak 150 orang prajurit jajaran Kodim 0110 Abdya yang terdiri dari Komandan Kodim (Dandim) Abdya, Letkol Inf Suhartono, Dansubdenpom Aceh Selatan, Lettu CPM Ahmad Darodi, Kasdim Abdya, para Pasie, Danramil se Abdya, Danposramil serta anggota TNI. Kegiatan ini juga diikuti oleh ibu-Ibu Persit Kartika Candra Kirana Ranting Tingkat II Kodim 0110 Abdya.

Dandim 0110 Abdya, Letkol Inf Suhartono dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan test urine dan sosialisasi P4GN terhadap prajurit Kodim 0110 Abdya tersebut merupakan wujud kepedulian untuk memfokuskan pencapaian program anggota TNI bebas dari Narkoba.

“Ini adalah suatu komitmen bersama seluruh komponen masyarakat, bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas bebas Narkoba Tahun 2045,” kata Suhartono.

Karena itu, Dandim Abdya Letkol Inf Suhartono mengharapkan kepada BNNK Aceh Selatan agar kedepannya dapat mengagendakan lagi kegiatan serupa secara berkala dan terus menerus sehingga bahaya Narkoba ditengah-tengah masyarakat khususnya di lingkungan prajurit Kodim setempat bisa diminimalisir.

Kepala BNNK Aceh Selatan, Sukri DN SH dalam paparan materinya dengan judul “strategi BNN dalam optimalisasi program P4GN menuju Indonesia emas tahun 2045” antara lain mengatakan, dalam rangka pelaksanaan Instruksi Presiden RI Nomor 12 tahun 2011 tentang pelaksanaan dan strategi Pencegahan, Pemberantasan dan Penyalahgunaan Narkoba, langkah desiminasi baik terhadap siswa sekolah dan masyarakat umum serta prajurit TNI/Polri harus terus di tingkatkan agar peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba dapat terus di minimalisir dan bahkan di berantas di Indonesia.


“Saat ini, Indonesia sudah di golongkan daerah rawan atau darurat Narkoba. Buktinya temuan kasus peredaran Narkoba masih cukup banyak demikian juga masyarakat yang menjadi korban Narkoba dari tahun ke tahun terus menunjukkan grafik peningkatan.
Makanya, untuk mencegah hal itu agar tidak menjadi bom waktu di kemudian hari, Presiden RI Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan bahwa Indonesia saat ini sedang berperang melawan Narkoba,” papar Sukri. 

Pemateri lainnya yakni Komandan Subdenpom TNI Aceh Selatan, Lettu CPM Ahmad Darodi dalam paparannya antara lain menjelaskan tentang dampak hukum bagi militer apabila menyalahgunakan Narkotika sesuai UU RI Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan materi tentang bahaya Narkoba ditinjau dari sisi Kesehatan Manusia disampaikan oleh Kabid PMK Dinkes Aceh Selatan, dr Cut Sri Elvita.

Kegiatan tes urine dan sosialisasi bahaya Narkoba di Markas Kodim 0110 Abdya ini, di akhiri dengan ceramah Agama Islam yang di sampaikan oleh Ustad Fakhri dengan materi yang di sampaikan terkait Khamar, Judi dan mengundi Nasib sesuai ajaran Al-quran.

Pantauan di lapangan, selama berlangsungnya pelaksanaan tes urine dan sosialisasi bahaya Narkoba yang di sampaikan oleh pemateri, para peserta yang terdiri dari para Perwira dan prajurit TNI Kodim 0110 Abdya sangat antusias dan serius mengikuti kegiatan tersebut.

Sabtu, 07 Maret 2015

Siswa Diajak Berperan Selamatkan Korban Narkoba

Tapaktuan - . Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNK) Aceh Selatan mengajak siswa SMKN 1 Tapaktuan berperan dalam menyelamatkan dan memberdayakan korban penyelahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
Ajakan itu disampaikan dalam pelaksanaan diskusi grup terfokus (focus group discussion/FGD) di Aula SMKN 1 Tapaktuan, Selasa (24/2).
Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNNK Aceh Selatan melaksanakan program pengembangan kapasitas di lingkungan  SLTA yang diikuti sebanyak 50-an peserta dengan tema “Peran Pelajar dalam Menyelamatkan/Memberdayakan Korban Penyalahgunaan Narkoba dan Peredaran Gelap Narkoba di Lingkungan Sekolah”. FGD diikuti 50 peserta yang terdiri dari perangkat kelas dan OSIS sekolah itu.
Kepala BNNK Aceh Selatan Syukri DN SH dalam sambutannya menyampaikan, tujuan FGD adalah untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di sekolah dan meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan sikap siswa dalam menolak serta mencegah peredaran penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
“Siswa yang mengikuti kegiatan ini diharapkan menjadi perpanjangan tangan/perwakilan BNN di sekolah dalam menciptakan dan mencegah P4GN,” kata Syukri sembari menambahkan, FGD juga mengajak semua komponen di sekolah menciptakan lingkungan sekolah yang bebas narkoba.
Kepala SMKN 1 Tapaktuan, menyambut baik FGD ini yang menurutnya sangat bermanfaat bagi pelajar karena dikhawatirkan pada usia seperti mereka ini mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan diwakili sekretaris Drs Jasmidir selaku narasumber mengatakan, status sosial seseorang tidak menjamin bisa lepas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itu, semua pihak harus proaktif melakukan pencegahan dan rehabilitasi para pecandu narkoba. Peran orang tua dan keluarga sangat penting dan berpengaruh terhadap anak-anak untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
Narasumber dari Dinas Kesehatan dr Nurul Akhrima, mengatakan, psikologis korban penyalahgunaan narkoba turut terganggu jika ada teman yang mengolok-olok dan mengucilkannya. Bahkan, bisa membuatnya depresi dan akhirnya bunuh diri.
Kasie Pemberantasan BNN Aceh Selatan Brigadir Haris juga menyampaikan materi tentang hukuman bagi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menurut Undang-Undang (UU) No 35/2009 tentang Narkotika.

Selasa, 03 Maret 2015

BNNK Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

BNNK Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah
 Kepala BNNK Aceh Selatan Sukri DN SH

Tapaktuan  - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan terus menggencarkan sosialisasi bahaya peredaran dan penggunaan Narkoba di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan barang haram itu merusak generasi muda di daerah itu.

Kepala BNNK Aceh Selatan Sukri DN SH di Tapaktuan, Selasa (3/3) mengatakan, sebelumnya telah dilakukan upacara stop Narkotika di SMU Unggul Tapaktuan, kemudian langkah sosialisasi bahaya Narkoba dilanjutkan di SMKN 1 Samadua pada Rabu (25/2) lalu dan SMAN 2 Tapaktuan pada Kamis (26/2) lalu, dalam bentuk kegiatan Forum Grup Diskusion (FGD).

Kegiatan FGD dengan tema œperan serta pelajar dalam menyelamatkan/memberdayakan korban penyalahgunaan Narkoba dan peredaran gelap Narkoba dilingkungan sekolah di SMKN 1 Samadua diikuti 50 orang lebih peserta dari siswa dan para dewan guru sekolah tersebut.

Kepala BNNK Aceh Selatan Sukri DN SH yang di wakili olehKasie Dayamas, Nurlina S.Sos dalam paparannya di hadapan puluhan siswa menyatakan, Indonesia saat ini telah memasuki keadaan darurat Narkotika dimana hal itu merupakan ancaman besar bagi seluruh masyarakat khusus generasi muda.

Maka, peran peserta didik dirasa sangat penting dalam memerangi Narkoba di lingkungan sekolah dengan cara terusbekerja sama mewujudkan kebijakan Nasional P4GN, ujarnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Samadua, Sastra Zimanur, mengaku sangat senang mendapat kunjungan pihak BNNK untuk melaksanakan kegiatan FGD tersebut disekolahnya.

Dia mengharapkan kepada siswa-siswi di sekolah tersebut agar dapat mengambil pelajaran  yang berharga dari kegiatan itu, sehingga dapat menjadi bekal ilmu untuk membentengi dirimasing-masing dari ancaman penyalahgunaan Narkoba.

Seksi pemberantasan Narkoba BNNK Aceh Selatan, Brigadir Haris dalam paparannya menjelaskan, tentang materi mengenai hukuman bagi penyalahgunaan pengedaran gelap Narkoba menurut UU Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Materi itu dimaksudkan agar peserta dapat mengetahui hukuman apa saja yang akan dijatuhi jika melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Menurut Haris, jika terbukti siswa sekolah melakukan tindak pidana terkait Narkoba, maka sanksinya tidak hanya diterima oleh siswa bersangkutan tapi juga diterima oleh orang tua atau walinya jika mereka mengetahui anaknya melakukan penyalahgunaan dan pengedaran gelap Narkoba namun tidak melapor.

Materi lainnya juga di sampaikan oleh Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Selatan, dr. Cut Sri Elvita.

Dia mengungkapkan bahwa, rokok dapat dikategorikan sebagai pintu masuk Narkoba apalagi faktor lingkungan merupakan faktor terbesar dalam penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja.

Menurutnya, Narkoba disamping merusak fungsi organ vital dalam tubuh, efek terbesarnya adalah kematian seperti data yang diuraikannya bahwa angka kematian pecandu Narkoba di Indonesia sudah mencapai 18.000 jiwa per tahun.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Drs Jasmidir menyatakan pihaknya telah menyurati ke sekolah-sekolah tentang larangan merokok di lingkungan sekolah.

Dia mengharapkan agar seruan itu dapat direspon dengan baik oleh pihak sekolah untuk kepentingan masa depan generasi muda di daerah itu.

Sementara itu, pelaksanaan FGD serupa juga telah dilaksanakan oleh BNNK Aceh Selatan melalui bidang Dayamas di  SMAN 2 Tapaktuan.

Sukri mengatakan, kegiatan FGD itu merupakan salah satu dari program pengembangan kapasitas di lingkungan pendidikan tingkat SLTA.

Ia mengharapkan, dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan sikap siswa dalam menolak serta mencegah peredaran penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekolah.